Kamis, 08 Oktober 2015

Tugas Softskill Psikologi Manajemen Minggu ke 2

1. Komunikasi

            Komunikasi mengandung makna bersama-sama (common). Istilah komunikasi atau communication berasal dari bahasa Latin., yaitu communication yang berarti pemberitahuan atau pertukaran. Kata sifatnya communis, yang bermakna umum atau bersama-sama. Jadi secara garis besar , dalam suatu proses komunikasi haruslah terdapat unsure-unsur kesamaan makna agar terjadi suatu pertukaran pikiran dan pngertian antara komunikator (penyebar pesan) dan komunikan (penerima pesan).
Proses komunikasi dapat diartikan sebagai ‘transfer informasi’ atau pesan (message) dari pengiriman pesan sebagai komunikator dan kepada penerima sebagai komunikan. Dalam proses komunikasi tersebut bertujuan untuk mencapai saling pengertian (mutual understanding) antara kedua pihak yang terlibat dalam proses komunikasi. Dalam proses komunikasi, komunikator mengirimkan pesan atau informasi pada komunikan sebagai sasaran komunikasi.
Wilbur Schrarmm menyatakan komunikasi sebagai suatu proses berbagi (sharing process), Schrarmm menguraikannya demikian :” komunikasi berasal dari bahasa latin communis yang berarti umum (common) atau bersama. Apabila kita berkomunikasi, sebenarnya kita sedang berusaha menumbuhkan suatu kebersamaan (commonness) dengan seseorang, yaitu kita berusaha berbagi informasi, ide atau sikap. Misalnya , saya sedang berusaha berkomunikasi dengan para pembaca untuk menyampaikan ide bahwa hakikat sebuah komunikasi sebenarnya adalah usaha membuat penerima atau pemberi komunikasi memiliki pengertian atau pemahaman yang sama terhadap pesan tertentu. “
Dari uraian Schrarmm , dapat disimpulkan bahwa sebuah komunikasi yang efektif adalah komunikasi yang berhasil melahirkan kebersamaan (commonness) , kesepahaman antara sumber (source) dengan penerima (audience  - receiver) . sebuah komunikasi akan efektif apabila audience menerima pesan, pengertian dan lain-lain sama seperti yang dikehendaki oleh penyampai. 
 
2. Dimensi - dimensi Komunikasi
 
       1. Isi 
              Windy biasanya berbicara kepada Fandi tentang sesuatu. Proses itu mempunyai suatu isi. Apabila kita bersuara di dalam suatu percakapan, biasanya isinya pertama-tama adalah diri kita. Memang, isi dari komunikasi adalah merupakan hal yang dipikirkan oleh para ahli psikologi dan ahli bisnis ketika mereka memikirkan tentang hubungan antar manusia. Kita juga dapat melihat adanya pembagian golongan dalam hal isi. Kita dapat membeda-bedakan kategori dari jenis isi, misalnya apakah hal itu merupakan fakta atau merupakan perasaan.
     
        2. Suara 
              Kita dapat menjumpai suara saluran seperti gangguan udara pada kawat telepon yang menyebabkan Fandi sukar untuk mendengar apa yang dikatakan oleh Windy. kita juga perlu memikirkan tentang adanya suara-suara psikologis, seperti misalnya pikiran Fandi tentang hal-hal lain, sehingga sekali lagi adalah sukar bagi Fandi untuk mendengarkannya: ia tidak memahami kata-kata yang dipergunakan oleh Windy di dalam cara sebagaimana Windy memahaminya
 
        3. Jaringan Komunikasi
                       Biasanya kita berpikir bahwa percakapan antara Windy dengan Fandi adalah langsung. Tetapi banyak percakapan semacam itu, terutama di dalam organisasi, ditengahi oleh orang lain. Suatu hal yang dianggap harus dinyatakan oleh bagan organisasi kepada kita ialah bahwa Windy dapat berbicara dengan Fandi hanya dengan melalui Bima atau Yulia. Sebagaimana satu bab berikut akan memperlihatkan, bahwa struktur jaringan yang dipergunakan oleh suatu organisasi dapat sangat bermanfaat bagi kecepatan dan ketepatan komunikasi antar anggotanya satu sama lain.
 
         4. Arah Komunikasi
                        Arah Komunikasi dibagi menjadi dua, yaitu satu arah dan dua arah. Lagi-lagi ini adalah merupakan dimensi yang bebas. Apapun yang mungkin dikatakan oleh Windy dan Fandi, sejauh manapun gangguan suara ikut terlibat, bagaimanapun jaringannya, Windy  mungkin berbicara dengan Fandi cara ini: Windy =>Fandi; atau cara ini: Windy=><=Fandi. Windy dapat berbicara dan Fandi hanya dapat mendengarkan, yaitu komunikasi satu arah; atau Windy dapat berbicara dan Fandi dapat membalas berbicara kembali, yaitu komuniksai dua arah.
 
Kesimpulan
 
Komunikasi adalah yang berhasil melahirkan kebersamaan , kesepahaman antara sumber dengan penerima. Sebuah komunikasi akan efektif apabila audience menerima pesan, pengertian dan lain-lain sama seperti yang dikehendaki oleh penyampai.
 
 
Daftar Pustaka
 
1. Wiryanto. 2004. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta  :PT.Gramedia Widiarsana Indonesia.
2.Suprapto, Drs. Tommy. 2009. PENGANTAR TEORI DAN MANAJEMEN KOMUNIKASI.Yogyakarta : Media Pressindo
3. Zarkasi, Muslichah. 1978. Psikologi Manajemen. Jakarta: Erlangga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar