Jumat, 30 Oktober 2015

Tugas Softskill minggu ke 5

1.. Definisi Kekuasaan

Kekuasaan adalah proses yang alamiah disemua kelompok atau organisasi, mengacu pada kemampuan si A untuk mempengaruhi perilaku si B sehingga si B bertindak seperti keinginan si A. Kekuasaan merupakan kondisi dinamis yang dapat berubah sesuai perubahan kondisi dan tindakan-tindakan individu atau kelompok. Ada dua teori yang dapat menjelaskan bagaimana kekuasaan diperoleh, dipertahankan atau hilang dalam organisasi. 
 
Teori tersebut adalah
 
a.   Social Exchange Theory, menjelaskan bagaimana kekuasaan diperoleh dan hilang selagi proses mempengaruhi yang timbal balik terjadi selama beberapa waktu antara pemimpin dan pengikut. Fokus dari teori ini mengenai expert power dan kewenangan.
b.   Strategic Contingencies Theory, menjelaskan bahwa kekuasaan dari suatu subunit organisasi tergantung pada faktor keahlian dalam menangani masalah penting, sentralisasi unit kerja dalam arus kerja, dan tingkat keahlian dari subunit tersebut.
Pengertian Kekuasaan Menurut Max Weber adalah suatu kemungkinan yang membuat seorang aktor di dalam suatu hubungan sosial berada dalam suatu jabatan untuk melaksanakan keinginannya sendiri dan yang menghilangkan halangan.

1.1 Definisi Kekuasaan Menurut Para Ahli
a. Menurut Walterd Nord, Pengertian Kekuasaan ialah suatu kemampuan untuk mempengaruhi aliran energi dan dana yang tersedia untuk mencapai suatu tujuan yang berbeda secara jelas dari tujuan lainnya.
b. Rusel Mengatakan, Pengertian Kekuasaaan merupakan suatu produksi dari akibat yang diinginkan.
c. Bierstedt memberikan pernyataan mengenai Pengertian Kekuasaan yaitu kemampuan untuk mempergunakan kekuatan.
d. Kekuasaan Menurut Rogers adalah kemampuan seseorang untuk mengubah orang atau kelompok lain dalam cara yang spesifik, contohnya dalam kekuasaan dan pelaksanaan kerjanya.
Dari Pengertian Kekuasaan diatas dapat disimpulkan bahwa, Pengertian Kekuasaan ialah suatu sumber yang memungkinkan seseorang mendapatkan hak untuk mengajak, mempengaruhi dan meyakinkan orang lain.
2. Sumber-sumber kekuasaan menurut French dan Raven

      a. Coercive Power (Kuasa Paksaan) 
            Coersive Power adalah kemampuan untuk menghukum atau memperlakukan seseorang yang tidak melakukan permintaan atau perintah. Diperoleh dari salah satu kapasitas untuk membagikan punishment pada mereka yang tidak mematuhi permintaan atau perintah. Kekuasaan ini juga bisa dibilang kekuasaan karena rasa takut oleh seseorang yang memiliki kuasa dalam suatu hal. Karena hal itulah orang-orang yang menjadi bawahan atau pengikutnya, menjadi tunduk dan mau untuk melakukan perintah yang diberikan oleh orang yg berkuasa itu. Karena jika mereka tidak mengikuti apa yang diperintahkan, maka bawahan/pengkutnya tersebut akan mendapatkan sebuah hukuman.
 
      b.      Insentif Power (Reward Power)
     Reward power adalah suatu sikap yang patuh /tunduk yang dicapai berdasarkan kepatuhan/kemampuan untuk memberikan reward (imbalan) agar dipandang orang lain berharga, Seseorang akan patuh terhadap orang lain, jika dijanjikan akan diberikan sebuah imbalan yang sesuai dengan prestasinya. Selain itu reward power juda bisa diartikan kemampuan dalam mengontrol distribusi dalam pemberian reward atau menawarkan pada grup lainnya.
 
      c. Legitimate Power (Kuasa yang sah)
             Legitimate power adalah Pemimpin memperoleh hak dari pemegang kekuatan untuk memerlukan dan menuntut ketaatan. Seseorang yang telah memiliki legitimate power, akan menuntut bawahan atau pengikutnya untuk selalu taat pada peraturannya. Karena legitimate power memiliki definisi lain, yaitu kekuatan yang bersumber dari otoritas yang dapat dipertimbangkan hak untuk memerlukan dan pemenuhan perintah.
 
d.      Expert power (Kekuasaan Pakar)
             Pengaruh berdasar pada kepercayaan target bahwa pemegang kekuatan memiliki keahlian dan kemampuan yang superior dalam bidangnya. Seseorang yang memang ahli dalam bidangnya, akan mudah untuk menguasai/ mempengaruhi orang lain.Para anggota dalam suatu kelompok, pasti memiliki skill dan kemampuan yang berbeda. Maka dari itulah, suatu kelompok tercipata untuk saling melengkapi kekurangan anggota kelompok lainnya.
 
e. Referent Power (Kekuasaan Rujukan)
             Pengaruh yang didasarkan pada pemilikan sumber daya atau ciri pribadi yang diinginkan oleh seseorang, berkembang dari rasa kagum terhadap orang lain, untuk menjadi seperti orang yang dikaguminya itu, dikarenakan adanya karisma. Selain itu, Referent power juga menjelaskan bagaimana charismatic leader (seberapa tinggi komitmen anggota tersebut pada kelompoknya) mengatur untuk menggunakan banyak kontrol dalam grup mereka.
 
Kesimpulan
Kekuasaan adalah proses alamiah di setiap kelompok atau organisasi. Dalam kekuasaan ada 2 teori mendapatkannya yaitu dengan cara dipertahankan dan dihilangkan dari organisasi. Dan kekuasaan itu adalah suatu jabatan yang untuk melakukannya dengan keinginan diri atau menghilangkan keinginan diri sendiri dan membuat keinginan bersama. Kekuasaan bisa juga dipergunakan untuk mengajak, mempengaruhi dan meyakinkan orang lain. Dan menurut French dan Raven ada sumber sumber kekuasaan antara lain :
Coercive Power (Kuasa Paksaan)
          Insentif Power (Reward Power)
Legitimate Power (Kuasa yang sah) 
      Expert power (Kekuasaan Pakar)
      Referent Power (Kekuasaan Rujukan)

Jumat, 23 Oktober 2015

Tugas Softskill Minggu ke 4

  Bagaimana Mempengaruhi Orang Lain
  1.  Setiap orang lebih menyukai pujian daripada cercaan
      Ini mudah dipahami. Tak ada orang yang senang dicela atau dicerca. Apalagi jika cercaan itu dilakukan di hadapan orang banyak. Orang akan tersinggung dan sakit hati jika dicerca.
      Sebaliknya, orang senang dipuji. Mereka akan menghargai orang yang memuji mereka. Apalagi jika mereka tahu bahwa pujian yang dilakukan itu dilakukan dengan tulus. Tanpa ada ‘udang dibalik batu’. Tanpa ada maksud apapun, kecuali hanya ingin memuji.
      Pujian membuat orang merasa dekat dan akrab dengan orang yang memujinya. Juga membuat orang membuka diri, sehingga mereka siap untuk menerima masukan dari orang yang memujinya. Pujian merupakan ‘pintu gerbang’ yang efektif sebelum Anda mempengaruhi orang lain. Pujian ‘membungkus dengan rapi’ pengaruh yang akan Anda berikan kepada orang lain, sehingga orang tak merasa dipengaruhi secara paksa. Orang tak mau dipaksa untuk dipengaruhi. Itulah sebabnya, iklan-iklan penuh dengan kata-kata pujian kepada calon konsumen. Hal ini agar orang tertarik memberi produk yang diiklankan tanpa merasa dipengaruhi secara paksa.
  1. Setiap orang lebih senang dengan mereka yang empati
      Setiap orang ingin dipahami perasaanny. Tak ada orang yang ingin diacuhkan perasaannya. Perasaan dianggap oleh setiap orang sebagai bagian dari harga dirinya yang paling penting. Orang mungkin tidak akan tersinggung jika pikiran atau fisiknya diganggu, tapi jika perasaannya diganggu, ia akan tersinggung.
      Ironisnya, perasaan merupakan bagian dari dimensi manusia yang paling peka dan labil. Perasaan mudah tersinggung, walau mungkin tak diperlihatkan secara kasat mata oleh orang yang mengalaminya.
      Jika Anda bersikap empati berarti Anda memahami perasaan orang lain. Anda menghormati orang lain. Anda seakan-akan berkata kepada orang lain, “Saya menghargai perasaan Anda. Saya tak akan menyinggung perasaan Anda. Perasaan saya sama dengan Anda”. Hal ini akan membuat orang senang dan simpati kepada Anda. Sebab Anda menghormati bagian dari harga dirinya yang paling penting dan paling dijunjung tinggi olehnya, yaitu perasaan.
      Sikap empati akan membuat orang merasa ‘satu nasib’ dengan Anda. Kesamaan ini membuat ia lebih terbuka untuk dipengaruhi oleh Anda. Sebab ia merasa mendapat masukan dari orang yang memiliki banyak kesamaan dengan dirinya. Perasaan memiliki banyak kesamaan membuat Anda lebih mudah mempengaruhi orang lain daripada jika orang lain merasa memiliki banyak perbedaan dengan Anda.
  1. Setiap orang lebih senang dengan mereka yang antusias
      Antusias berarti jiwa yang hidup. Jiwa yang selalu bersemangat dan yakin dengan tindakannya. Orang akan lebih mudah dipengaruhi oleh mereka yang antusias daripada mereka yang tidak antusias. Karena itulah, para pemimpin yang sukses biasanya adalah orang-orang yang antusias. Mereka tak ragu dengan keputusannya dan yakin dengan tindakannya, sehingga orang lain terpengaruh dan mengikutinya dengan sukarela. Anda tentu tak akan mau mengikuti seseorang yang ia sendiri ragu terhadap apa yang diperbuatnya, bukan? Anda akan lebih suka mengikuti mereka yang antusias. Mereka yang yakin dengan keputusannya dan bersemangat untuk mewujudkannya.
      Untuk mempengaruhi orang lain, Anda perlu terlihat sebagai orang yang antusias. Orang yang yakin dengan pendapatnya dan tak ragu dengan ucapannya. Orang yang mantap dan percaya diri dengan perbuatannya. Tidak terlihat bingung atau cemas ketika berkata atau berbuat. Di wajahnya terpancar optimisme menghadapi masa depan. Ia yakin bahwa hidup berpihak kepadanya.
  1. Setiap orang lebih suka dengan mereka yang dapat menjadi teladan
      Keteladanan membutuhkan kedisiplinan. Disiplin untuk selalu berkata sesuai apa yang diperbuat. Orang akan terpesona dengan mereka yang dapat memberikan keteladanan. Yaitu, orang yang memberikan contoh terlebih dahulu dan berkata sesuai dengan apa yang diperbuatnya.
      Sebaliknya, orang akan merasa tidak simpati dengan mereka yang ‘lain kata lain perbuatan’. Apalagi jika perkataan tersebut berupa janji yang tidak ditepati. Orang tidak akan senang dengan mereka yang suka mengumbar kata-kata manis tanpa bukti bahwa ia sendiri merupakan contoh dari apa yang dikatakannya. Kata-kata manis mungkin dapat merebut hati orang. Tapi hal itu hanya berlaku sekejap. Setelah itu, orang akan kecewa dan tidak percaya lagi dengan perkataannya.
      Hanya keteladanan yang dapat merebut hati orang. Keteladanan menimbulkan kepercayaan. Membuat orang terpengaruh dalam jangka panjang. Pepatah mengatakan, “Keteladanan memberikan ketaatan, kemunafikan memberikan perlawanan”.
  1. Setiap orang menghitung imbalan (manfaat) dari apa yang dilakukannya
      Diakui atau tidak, setiap orang mengharapkan imbalan dari apa yang dikerjakannya. Ketika Anda bekerja, Anda mengharapkan imbalan berupa gaji. Ketika Anda membentuk rumah tangga, Anda mengharapkan manfaat berupa keluarga yang membahagiakan Anda. Bahkan ketika Anda beribadah kepada Tuhan, Anda mengharapkan imbalan berupa pahala (ridho Tuhan) atau ketenangan batin.
      Anda dapat mempengaruhi orang lain jika Anda dapat menunjukan kepadanya apa manfaat atau imbalan yang akan diperolehnya jika ia menuruti Anda. Tidak peduli apakah Anda atau bukan Anda yang memberikan imbalan tersebut. Semakin besar dan konkrit imbalan atau manfaat yag dapat Anda tunjukkan pada orang lain semakin mudah Anda mempengaruhinya. Sebaliknya, semakin Anda tak mampu memberikan imbalan atau menunjukkan manfaat yang besar dan konkrit kepada orang lain, maka semakin sulit Anda mempengaruhinya. Besarnya pengaruh Anda sejalan dengan besarnya kemampuan Anda memberikan imbalan atau menunjukkan manfaat kepada orang yang Anda ingin pengaruhi.
  1. Setiap orang tidak suka merasa dipengaruhi (jangan menggurui)
      Walau setiap orang tak lepas dari pengaruh orang lain, namun mereka tak mau terlihat dipengaruhi secara paksa. Mereka hanya ingin dipengaruhi secara halus, sampai mereka sendiri tak sadar telah dipengaruhi!
      Karena itu, jangan menggurui orang lain ketika Anda ingin mempengaruhi orang lain. Hal itu akan membuatb mereka merasa dipengaruhi secara paksa. Orang tak mau dipaksa. Sebab paksaan membuat orang merasa diganggu harga dirinya. Sebaliknya, orang merasa senang jika dibujuk dan dirayu (walau mereka tidak mengakuinya!). sebab bujukan dan rayuan membuat orang merasa dihargai dan dianggap penting.
      Lagipula, menggurui orang lain membuat orang merasa harus berubah secara drastis. Hal itu tentu tidak menyenangkan baginya. Ia merasa harus merubah kebiasaan lamanya yang nyaman kepada hal-hal baru yang belum tentu nyaman baginya. Sedang, bujukan dan rayuan membuat orang merasa berubah secara nyaman. Bujukan dan rayuan memberi ‘ruang’ baginya untuk mencerna dan menumbuhkan kesadaran sendiri untuk berubah. Orang akan lebih senang berubah jika ia merasa perubahan itu akibat kesadaran dirinya sendiri, bukan karena dipengaruhi orang lain. Orang tak mau merasa dipengaruhi orang lain, karena hal itu dianggap sebagai gangguan terhadap kehormatan harga dirinya.
      Prinsip-prinsip mempengaruhi orang lain yang mudah dan sederhana tersebut sebenarnya berasal dari satu paradigma yang sama, yakni ORANG PADA DASARNYA MERASA DIRINYA PENTING, BAHKAN MERASA DIRINYA LEBIH PENTING DARI ANDA SENDIRI!

      Pengertian wewenang.
   - Pengertian Wewenang
           Wewenang (authority) adalah hak untuk melakukan sesuatu atau memerintah orang lain untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu agar tercapai tujuan tertentu.Penggunaan wewenang secara bijaksana merupakan faktor kritis bagi efektevitas organisasi. peranan pokok wewenang dalam fungsi pengorganisasian, wewenang dan kekuasaan sebagai metoda formal, dimana manajer menggunakannya untuk mencapai tujuan individu maupun organisasi.Wewenang formal tersebut harus di dukung juga dengan dasar-dasar kekuasaan dan pengaruh informal. Manajer perlu menggunakan lebih dari wewenang resminya untuk mendapatkan kerjasama dengan bawahan mereka, selain juga tergantung pada kemampuan ilmu pengetahuan, pengalaman dan kepemimpinan mereka.

       
 Wewenang Lini, staff dan fungsional

v  Wewenang lini (Lini Authority), adalah wewenang dimana atasan langsung memberi wewenang kepada bawahannya, wujudnya dalam wewenang perintah dan tercermin sebagai rantai perintah yang diturunkan ke bawahan melalui tingkatan organisasi.
v  Wewenang Staf (Staff authority), adalah hak para staf atau spesialis untuk menyarankan, memberi rekomendasi atau konsultasi kepada personalia lini.
v  Wewenang staf fungsional (Functional Staff Authority), adalah hubungan terkuat yang dapat dimiliki staf dengan satuan-satuan lini. Bila spesialis staf diberi wewenang fungsional oleh manajemen puncak maka dia mempunyai hak untuk memerintah satuan lini sesuai dengan kegiatannya.

Delegasi wewenang

Untuk mancapai tujuan organisasi yang efektif dan efisien, maka perlu adanya pendelegasian tugas dari atasan ke bawahan. Pendelegasian tugas ini juga harus dibarengi dengan pendelegasian wewenang, sebab pendelegasian tugas tanpa pendelegasian wewenang sama halnya orang mau pergi tapi tak punya uang. Delegasi dapat diartikan sebagai pelimpahan wewenang dan tanggung jawab formal dari atasan kepada orang lain untuk melaksanakan tugas tertentu. Sedang delegasi wewenang diartikan sebagai proses pengalihan wewenang dari atasan kepada orang yang ditunjuk. Hal yang perlu diperintahkan dalam mendelegasikan suatu kegiatan kepada orang yang ditunjuk yaitu:
1. Menetapkan dan memberikan tujuan serta kegiatan yang akan dilakukan
2. Melimpahkan sebagian wewenangnya kepada orang yang di tunjuk
3. Orang yang ditunjuk mempunyai kewajiban dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan agar tercapainya tujuan.
4. Menerima hasil pertanggung jawaban bawahan atas kegiatan yang dilimpahkan.

Alasan-alasan pendelegasian
Beberapa alasan yang mendasari manager mau mendelegasikan tugasnya lepada orang lain, yaitu:
1. Tugas manager bukan hanya pada satu kegiatan saja, oleh karena itu tugas yang dianggap orang lain bisa melakukannya, dilimpahkan kepada orang yang ditunjuk. hal ini agar tercapai efektivitas dan efisiensi kerja.
2. Manager lebih memperhatikan pada tugas-tugas yang perlu penanganan lebih serius dan penting demi kelangsungan organisasi.
3. Manager tidak harus mempelajari semua permasalahan dan pengetahuan karena adanya keterbatasan-keterbatasan.
4. Mendorong dan mengembangkan bawahan yang menerima pelimpahan wewenang.
    
   
DAFTAR PUSTAKA

   Stoner, James [and] A.F. Freeman, 1996. Manajemen. Jakarta: Prenhallindo.

   Siagian, Sondang P, 1979. Peranan staf dalam management. Jakarta: Gunung Agung

Jumat, 16 Oktober 2015

Tugas softskill Psikologi Manajemen Minggu ke 3

A.    Definisi Pengaruh
Pengaruh menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah daya yang ada dan timbul dari sesuatu (orang, benda) yang ikut membentuk watak, kepercayaan atau perbuataan seseorang. Dari pengertian di atas telah dikemukakan sebelumnya bahwa pengaruh adalah merupakan sesuatu daya yang dapat membentuk atau mengubah sesuatu yang lain.
Berikut ini adalah pengertian dan definisi pengaruh menurut para ahli:
1.     Wiryanto
Pengaruh merupakan tokoh formal mauoun informal di dalam masyarakat, mempunyai ciri lebih kosmopolitan, inovatif, kompeten, dan aksesibel dibanding pihak yang dipengaruhi.
2.    M. Suyanto (AMIKOM YOGYAKARTA)
Pengaruh merupakan nilai kualitas suatu iklan melalui media tertentu.
3.    Uwe Becker
Pengaruh adalah kemampuan yang terus berkembang yang - berbeda dengan kekuasaan - tidak begitu terkait dengan usaha memperjuangkan dan memaksakan kepentingan (involed is formatif vermogen dat - in tegens telling tot macht - niet direct verbonden is met strijd en de doorzetting van belangen).
4.   Norman Barry
Pengaruh adalah suatu tipe kekuasaan yang jika seorang yang dipengaruhi agar bertindak dengan cara tertentu, dapat dikatakan terdorong untuk bertindak demikian, sekalipun ancaman sanksi yang terbuka tidak merupakan motivasi yang mendorongnya (influence is a type of power in that a person who is influenced to act in a certain way may be said to be caused so to act, even though an overt threat of santions will not be the motivating force).
5.    Robert Dahl
A mempunyai pengaruh atas B sejauh ia dapat menyebabkan B untuk berbuat sesuatu yang sebenarnya tidak akan B lakukan.
6.   Sosiologi Pedesaan
Pengaruh merupakan kekuasaan yang mengakibatkan perubahan perilaku orang lain atau kelompok lain.
7.   Bertram Johannes Otto Schrieke
Pengaruh merupakan bentuk dari kekuasaan yang tidak dapat diukur kepastiannya.
8.   Albert R. Roberts & Gilbert
Pengaruh adalah wajah kekuasaan yang diperoleh oleh orang ketika mereka tidak memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan.
9.   Jon Miller
Pengaruh merupakan komoditi berharga dalam dunia politik Indonesia.
B.    Kunci-Kunci Perubahan Perilaku
Kunci perubahan masyarakat adalah membentuk daya intelektual dan perbuatan yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, sehingga terjadilah perubahan perilaku yang secara otomatis diikuti dengan perubahan masyarakat.
Perilaku yang akan menjadi kunci perubahan di masyarakat adalah sikap yang mampu melalui berbagai benturan dengan gemilang, adanya kepercayaan diri tanpa batas, dan tekad untuk terus berjuang hingga titik nadir. Perilaku adalah respon individu terhadap suatu stimulus atau suatu tindakan yang dapat diamati dan mempunyai frekuensi spesifik, durasi dan tujuan baik disadari maupun tidak.
-         Courage                  : Diperlukan keberanian, kebulatan, tekad dan keteguhan hati
-         High confidence             : Kekuatan penggerak hidup anda 
-         Attitude                  : Mental yang positif 
-         New action                      : Tindakan yang benar-benar konsisten
-         Goal                         : Target atau tujuan yang benar-benar diinginkan
-         Excellence             : Menjadi yang terbaik

Daftar Pustaka

http://carapedia.com/pengertian_definisi_pengaruh_info2117.html
Robbins, Stephen.P, dkk. (2008). Organizational Behavior. Jakarta: Salemba Empat
 Sarwono, S. W. (2005). Psikologi Sosial: Psikologi Kelompok dan Psikologi Terapan. Jakarta: Balai Pustaka.

Kamis, 08 Oktober 2015

Tugas Softskill Psikologi Manajemen Minggu ke 2

1. Komunikasi

            Komunikasi mengandung makna bersama-sama (common). Istilah komunikasi atau communication berasal dari bahasa Latin., yaitu communication yang berarti pemberitahuan atau pertukaran. Kata sifatnya communis, yang bermakna umum atau bersama-sama. Jadi secara garis besar , dalam suatu proses komunikasi haruslah terdapat unsure-unsur kesamaan makna agar terjadi suatu pertukaran pikiran dan pngertian antara komunikator (penyebar pesan) dan komunikan (penerima pesan).
Proses komunikasi dapat diartikan sebagai ‘transfer informasi’ atau pesan (message) dari pengiriman pesan sebagai komunikator dan kepada penerima sebagai komunikan. Dalam proses komunikasi tersebut bertujuan untuk mencapai saling pengertian (mutual understanding) antara kedua pihak yang terlibat dalam proses komunikasi. Dalam proses komunikasi, komunikator mengirimkan pesan atau informasi pada komunikan sebagai sasaran komunikasi.
Wilbur Schrarmm menyatakan komunikasi sebagai suatu proses berbagi (sharing process), Schrarmm menguraikannya demikian :” komunikasi berasal dari bahasa latin communis yang berarti umum (common) atau bersama. Apabila kita berkomunikasi, sebenarnya kita sedang berusaha menumbuhkan suatu kebersamaan (commonness) dengan seseorang, yaitu kita berusaha berbagi informasi, ide atau sikap. Misalnya , saya sedang berusaha berkomunikasi dengan para pembaca untuk menyampaikan ide bahwa hakikat sebuah komunikasi sebenarnya adalah usaha membuat penerima atau pemberi komunikasi memiliki pengertian atau pemahaman yang sama terhadap pesan tertentu. “
Dari uraian Schrarmm , dapat disimpulkan bahwa sebuah komunikasi yang efektif adalah komunikasi yang berhasil melahirkan kebersamaan (commonness) , kesepahaman antara sumber (source) dengan penerima (audience  - receiver) . sebuah komunikasi akan efektif apabila audience menerima pesan, pengertian dan lain-lain sama seperti yang dikehendaki oleh penyampai. 
 
2. Dimensi - dimensi Komunikasi
 
       1. Isi 
              Windy biasanya berbicara kepada Fandi tentang sesuatu. Proses itu mempunyai suatu isi. Apabila kita bersuara di dalam suatu percakapan, biasanya isinya pertama-tama adalah diri kita. Memang, isi dari komunikasi adalah merupakan hal yang dipikirkan oleh para ahli psikologi dan ahli bisnis ketika mereka memikirkan tentang hubungan antar manusia. Kita juga dapat melihat adanya pembagian golongan dalam hal isi. Kita dapat membeda-bedakan kategori dari jenis isi, misalnya apakah hal itu merupakan fakta atau merupakan perasaan.
     
        2. Suara 
              Kita dapat menjumpai suara saluran seperti gangguan udara pada kawat telepon yang menyebabkan Fandi sukar untuk mendengar apa yang dikatakan oleh Windy. kita juga perlu memikirkan tentang adanya suara-suara psikologis, seperti misalnya pikiran Fandi tentang hal-hal lain, sehingga sekali lagi adalah sukar bagi Fandi untuk mendengarkannya: ia tidak memahami kata-kata yang dipergunakan oleh Windy di dalam cara sebagaimana Windy memahaminya
 
        3. Jaringan Komunikasi
                       Biasanya kita berpikir bahwa percakapan antara Windy dengan Fandi adalah langsung. Tetapi banyak percakapan semacam itu, terutama di dalam organisasi, ditengahi oleh orang lain. Suatu hal yang dianggap harus dinyatakan oleh bagan organisasi kepada kita ialah bahwa Windy dapat berbicara dengan Fandi hanya dengan melalui Bima atau Yulia. Sebagaimana satu bab berikut akan memperlihatkan, bahwa struktur jaringan yang dipergunakan oleh suatu organisasi dapat sangat bermanfaat bagi kecepatan dan ketepatan komunikasi antar anggotanya satu sama lain.
 
         4. Arah Komunikasi
                        Arah Komunikasi dibagi menjadi dua, yaitu satu arah dan dua arah. Lagi-lagi ini adalah merupakan dimensi yang bebas. Apapun yang mungkin dikatakan oleh Windy dan Fandi, sejauh manapun gangguan suara ikut terlibat, bagaimanapun jaringannya, Windy  mungkin berbicara dengan Fandi cara ini: Windy =>Fandi; atau cara ini: Windy=><=Fandi. Windy dapat berbicara dan Fandi hanya dapat mendengarkan, yaitu komunikasi satu arah; atau Windy dapat berbicara dan Fandi dapat membalas berbicara kembali, yaitu komuniksai dua arah.
 
Kesimpulan
 
Komunikasi adalah yang berhasil melahirkan kebersamaan , kesepahaman antara sumber dengan penerima. Sebuah komunikasi akan efektif apabila audience menerima pesan, pengertian dan lain-lain sama seperti yang dikehendaki oleh penyampai.
 
 
Daftar Pustaka
 
1. Wiryanto. 2004. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta  :PT.Gramedia Widiarsana Indonesia.
2.Suprapto, Drs. Tommy. 2009. PENGANTAR TEORI DAN MANAJEMEN KOMUNIKASI.Yogyakarta : Media Pressindo
3. Zarkasi, Muslichah. 1978. Psikologi Manajemen. Jakarta: Erlangga