- Psikologi
Menurut asalnya katanya, psikologi berasal
dari bahasa Yunani Kuno: (Psychē yang berarti
jiwa) dan (-logia yang artinya ilmu) sehingga secara etimologis, psikologi dapat diartikan dengan
ilmu yang mempelajari tentang jiwa.
Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki dan
membahas tingkah laku terbuka dan tertutup pada manusia baik selaku individu
maupun kelompok, dalam hubungannya dengan lingkungan. Lingkungan dalam hal ini
meliputi semua orang, barang, keadaan dan kejadian yang ada di sekitar manusia.
Psikologi adalah ilmu pengetahuan
yang mempelajari perilaku manusia dan proses mental. Psikologi merupakan cabang
ilmu yang masih muda atau remaja. Sebab, pada awalnya psikologi merupakan bagian dari ilmu
filsafat tentang jiwa manusia. Menurut plato dalam buku Psikologi Umum oleh
Kartini Kartono pada tahun 1996, psikologi berarti ilmu pengetahuan yang
mempelajari sifat, hakikat, dan hidup jiwa manusia (psyche =
jiwa; logos = ilmu pengetahuan).
Jiwa secara harfiah berasal dari
perkataan sansekerta JIV, yang berarti lembaga hidup atau daya
hidup. Oleh karena jiwa itu merupakan pengertian yang abstrak, tidak bisa
dilihat dan belum bisa diungkapkan secara lengkap dan jelas, maka orang lebih
cenderung mempelajari “jiwa yang memateri” atau gejala “jiwa yang
meraga/menjasmani”, yaitu bentuk tingkah laku manusia (segala aktivitas,
perbuatan, penampilan diri) sepanjang hidupnya. Oleh karena itu, psikologi butuh
berabad-abad lamanya untuk memisahkan diri dari ilmu filsafat.
- Manejemen
Kata manajemen berasal dari bahasa Perancis kuno ménagement,
yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan
diterima secara universal.
Dalam buku Manajemen Teori, Praktik, &
Riset Pendidikan, kata manajemen berasal
dari bahasa Latin, yaitu dari asal kata manus yang berarti tangan dan agere
yang berarti melakukan. Kata-kata itu digabung menjadi kata kerja managere
yang artinya menangani. Managere diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris
dalam bentuk kata kerja to manage, dengan kata benda management,
dan manager untuk orang yang melakukan kegiatan manajemen. Akhirnya, management
diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi manajemen atau
pengelolaan.
Kata “manajemen” tampaknya sudah
begitu sering kita dengar. Manajemen erat kaitannya dengan konsep organisasi. Manajemen
diperlukan ketika terdapat sekumpulan orang-orang (yang pada umumnya memiliki
karakteristik perbedaan) dan sejumlah sumber daya yang harus dikelola agar
tujuan sebuah organisasi dapat tercapai. Tujuan tersebut sangat beragam,
tergantung dari jenis sebuah organisasi. Menurut Tisnawati Sule, manajemen
adalah sebuah proses yang dilakukan untuk mewujudkan tujuan organisasi melalui
rangkaian kegiatan berupa perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan
pengendalian orang-orang serta sumber daya organisasi lainnya.
Hakikat manajemen adalah merupakan
proses pemberian bimbingan, pimpinan, pengaturan, pengendalian, dan pemberian
fasilitas lainnya. Pengertian manajemen dapat disebut pembinaan, pengendalian
pengelolaan, kepemimpinan, ketatalaksanaan yang merupakan proses kegairahan
untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.
Fungsi-fungsi manajemen adalah seangkaian
kegiatan yang dijalankan dalam manajemen berdasarkan fungsinya masing-masing
dan mengikuti satu tahapan-tahapan tertentu dalam pelaksanaannya.
Fungsi-fungsi manajemen terdiri dari
empat fungsi, yaitu:
Perencanaan
atau Planning.
Pengorganisasian
atau Organizing.
Pengimplementasian
atau Directing.
Pengendalian
dan Pengawasan atau Controlling.
- Psikologi Manajemen
Psikologi Manajemen adalah ilmu tentang bagaimana mengatur atau
me-manage sumber daya yang ada untuk memenuhi kebutuhan atau dengan kata lain Psikologi
Manajemen adalah suatu studi tentang tikah laku manusia yang terlibat dalam
proses manajemen dalam rangka melaksanakan fungsi-fungsi manajeman untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
Daftar Pustaka
Fathoni, Abdurrahmat, Organisasi
dan Manajemen Sumber Daya Manusia, Rineka Cipta, Bandung, 2006.
Usman, Husnaini, Manajemen Teori,
Praktik, & Riset Pendidikan, Bumi Aksara, Jakarta, 2008.
Tisnawati Sule, Erni, Pengantar
Manajemen, Kencana, Bandung, 2004.
2. Organisasi
- Pengertian
Organisasi dalam arti Statis (diam)
merupakan wadah atau tempat kegiatan administrasi dan manajemen berlangsung,
dengan gambaran yang jelas tentang saluran hirarki daripada kedudukan, jabatan
wewenag, dan garis komando dan tanggung jawab
Sedangkan organisasi dalam arti
Dinamis (bergerak) merupakan proses kerjasama antara orang-orang yang tergabung
dalam suatau wadah tertentu umtuk mencapai tujuan bersama seperti yang telah
ditetapkan secara bersama pula.
Dalam
arti paling umum, psikologi organisasi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari
tentang perilaku individu dan perilaku kelompok dalam aturan organisasi formal.
Katz dan Kahn menyatakan bahwa esensi dari sebuah organisasi adalah “pola” atau
motif perilaku manusia. Ketika perilaku berpola, beberapa struktur dikenakan
pada individu. Struktur ini biasanya datang dalam bentuk peran (normatif
standar yang mengatur perilaku) serta adanya pedoman nilai.Penting untuk
membedakan antara formal dan informal organisasi. Sebuah organisasi formal
adalah salah satu organisasi yang memiliki ciri beberapa pernyataan yang
menyatakan memenuhi tujuan dan tujuan yang sering dinyatakan secara tertulis.
Organisasi formal juga biasanya menunjukkan beberapa tingkat kontinuitas dari
waktu ke waktu, mereka sering bertahan hidup jauh lebih lama dari anggota
pendiri lakukan. Organisasi bisnis jelas menunjukkan karakteristik ini yang
mendefinisikan dari organisasi formal, seperti halnya banyak lain organisasi
nirlaba dan pemerintah lembaga. Sebaliknya, sebuah organisasi informal di mana
tujuannya adalah biasanya kurang eksplisitdaripada organisasi formal.
Daftar Pustaka
Hasibuan, Malayu S.P., Manajemen Dasar, Pengertian, dan
Masalah, Bumi Aksara; Jakarta, 2007.
Handoko, T. Hani, Manajemen,
BPFE, Yogyakarta, 1999.
Wursanto, Ig, Dasar-dasar
Ilmu organisasi, CV. Andi offset; 2005.