Secara singkat Berne
mendefinisikan pengertian dari analisis transaksi sebagai: “Ein
Transaktions-Stimulus plus eine Transaktions-Reaktion” (Joines dalam
Eschenmoser, 2008:23). Pernyataan ini berarti bahwa sebuah transaksi terdiri
dari sebuah stimulus dan sebuah reaksi. Dengan kata lain, syarat terbentuknya
sebuah transaksi adalah adanya hubungan timbal balik antara stimulus yang
diungkapkan penutur dan respon yang diungkapkan oleh lawan bicaranya.
Selanjutnya Berne (2009:10) menyatakan bahwa: “Analisis transaksi sederhana
mendiagnosa bagaimana ego state mempengaruhi stimulus dan respon transaksi yang
diungkapkan oleh masing-masing individu”.
Memperjelas pernyataan Berne ini, Eschenmoser
(2008:23) kemudian menambahkan keterangan mengenai objek transaksinya, yaitu:
“Hal yang dipertukarkan atau yang menjadi objek dalam sebuah transaksi adalah
ungkapan dalam bentuk bahasa verbal maupun nonverbal.
Berdasarkan ketiga
pernyataan tersebut, dapat disimpulkan bahwa analisis transaksi merupakan
analisis hubungan antara stimulus dan respon yang diungkapkan dengan bahasa
verbal maupun nonverbal oleh beberapa individu yang masing-masing memiliki ego
state tersendiri.
Terapi individual adalah penanganan klien gangguan jiwa dengan pendekatan hubungan individual antara seorang terapis dengan seorang klien. Suatu hubungan yang terstruktur yang terjalin antara perawat dan klien untuk mengubah perilaku klien. Hubungan yang dijalin adalah hubungan yang disengaja dengan tujuan terapi, dilakukan dengan tahapan sistematis (terstruktur) sehingga melalui hubungan ini terjadi perubahan tingkah laku klien sesuai dengan tujuan yang ditetapkan di awal hubungan. Sedangkan terapi kelompok adalah terapi yang dilakukan melalui sebuah kelompok namun memiliki kegiatan yang terstruktur dan memberikan efek terapeutik bagi anggotanya. Efek terapeutik yaitu kegiatan yang dilakukan dalam kelompok akan memberikan efek terapi kepada masing-masing anggota. Mereka akan belajar untuk membuka diri mereka, menceritakan masalah mereka, mendengar pendapat atau saran dari anggota lain.
3. Metode Terapi Rasional Emotif
Terapi rasional emotif adalah sistem psikoterapi yang mengajari individu bagaimana sistem keyakinannya menentukan yang dirasakan dan dilakukannya pada berbagai peristiwa dalam kehidupan. Penekanan terapi ini pada cara berpikir mempengaruhi perasaan, sehingga termasuk dalam terapi kognitif. Terapi ini diperkenalkan pada tahun 1955 oleh Albert Ellis, seorang psikolog klinis. Awalnya terapi ini bernama terapi rasional, namun karena banyak memperoleh anggapan keliru bahwa mengeksplorasi emosi-emosi klien tidak begitu penting bagi Ellis. Sehingga pada tahun 1961 dia mengubah namanya menjadi terapi rasional emotif. Ellis menggabungkan terapi humanistik, filosofis, dan behavioral menjadi terapi rasional emotif (TRE). TRE banyak kesamaan dengan dengan terapi yang berorientasi pada kognisi, perilaku dan perbuatan dimana TRE menekankan pada berpikir, memikirkan, mengambil keputusan, menganalisis dan berbuat. TRE didasarkan pada asumsi bahwa kognisi, emosi, dan perilaku berinteraksi secara signifikan dan memiliki hubungan sebab akibat timbal balik.
4. Metode Terapi Perilaku
Terapi perilaku adalah penggunaan prinsip dan paradigm belajar yang ditatpkan secara eksperimental untuk mengatasi perilaku tidak adaptif. Dalam prakteknya, terapi perilaku adalah penekanan pada analisis perilaku untuk menguji secara sistematik hipotesis mana terapi didasarkan. Terapis tingkah laku harus memainkan peran aktif dan direktif dalam pemberian treatment, yakni terapis menerapkan pengetahuan ilmiah pada pencarian pemecahan masalah-masalah manusia, para kliennya. Terapi tingkah laku secara khas berfungsi sebagai guru, pengarah, dan ahli dalam mendiagnosis tingkah laku yang maladaptif dan dalam menentukan prosedur-prosedur penyembuhan yang diharapkan, mengarah pada tingkahlaku yang baru dan adjustive.
Daftar Pustaka :
- Jarvis, Matt. 2011. Teori-teori Psikologi. Bandung: NUSA MEDIA.
- Stuart, G.W. dan Laraia, M.T. (2001). Principles and Practice of Psychiatric Nursing. (Ed ke-7). St. Louis: Mosby, Inc.
- Semiun, Y. 2006. Kesehatan Mental 1. Yogyakarta: KANISIUS
- Corey, Gerald. 2009. Teori dan Praktek Konseling dan Psikoterapi. Bandung: PT Refika Aditama
Tidak ada komentar:
Posting Komentar