Teori harapan
dikembangkan oleh Vroom yang diperluas oleh Porter dan Lawler. Inti dari teori
harapan terletak pada pendapat yang mengemukakan bahwa kuatnya kecenderungan
seseorang bertindak bergantung pada harapan bahwa tindakan tersebut akan
diikuti oleh suatu hasil tertentu dan terdapat daya Tarik pada hasil tersebut
bagi orang yang bersangkutan. Menurut teori ini,
motivasi individu boleh meningkatkan usahanya apabila individu itu mempercayai
peningkatan dalam usaha membenarkannya bekerja dengan baik bagi menyiapkan
suatu tugas dengan sempurna.
Teori Motivasi dianggap bahwa
orang-orang termotivasi untuk melakukan sesuatu karena menginginkan suatu hasil
yang diharapkan. Teori tersebut kemudian dikenal dengan sebutan Teori Harapan
atau Expectancy Theory.
Terdapat 3
konsep Teori Harapan Vroom, yaitu :
1. Harapan (Expectancy), yaitu kepercayaan seseorang bahwa suatu usaha akan menghasilkan kinerja tertentu. Effort (Usaha) → Performance (Kinerja).
2. Instrumentally, yaitu kepercayaan seseorang bahwa suatu kinerja akan mendapatkan hasil tertentu. Performance (Kinerja) → Outcome (Hasil).
3. Valensi (Valence), yaitu mengarah pada nilai positif dan negative yang dirujuk oleh orang-orang terhadap sebuah hasil.
4. Teori Tujuan
1. Harapan (Expectancy), yaitu kepercayaan seseorang bahwa suatu usaha akan menghasilkan kinerja tertentu. Effort (Usaha) → Performance (Kinerja).
2. Instrumentally, yaitu kepercayaan seseorang bahwa suatu kinerja akan mendapatkan hasil tertentu. Performance (Kinerja) → Outcome (Hasil).
3. Valensi (Valence), yaitu mengarah pada nilai positif dan negative yang dirujuk oleh orang-orang terhadap sebuah hasil.
4. Teori Tujuan
Teori tujuan mencoba menjelaskan hubungan-hubungan antara
niat atau intentions (tujuan-tujuan dengan prilaku), pendapat ini digunakan
oleh Locke. Teori ini memiliki aturan dasar, yaitu penetapan dari tujuan-tujuan
secara sadar. Menurut Locke, tujuan-tujuan yang cukup sulit, khusus dan
pernyataannya yan jelas dan dapat diterima oleh tenaga kerja, akan menghsilkan
unjuk kerja yang lebih tinggi daripada tujuan-tujuan tidak khusus, dan yang
mudah dicapai. Hasil penelitian Edwin Locke dan rekan-rekan (1968), menunjukkan
efek positif dari teori tujuan pada prilaku kerja.
Penetapan tujuan memiliki empat macam mekanisme:
1. Tujuan adalah yang mengarahkan perhatian
2. Tujuan adalah yang mengatur upaya
3. Tujuan adalah meningkatkan persistensi
4. Tujuan adalah menunjang strategi untuk dan rencana kegiatan
1. Tujuan adalah yang mengarahkan perhatian
2. Tujuan adalah yang mengatur upaya
3. Tujuan adalah meningkatkan persistensi
4. Tujuan adalah menunjang strategi untuk dan rencana kegiatan
Sehubungan dengan tingkat
ekspektansi seseorang Craig C. Pinder (1948) dalam bukunyaWork Motivation berpendapat
bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat harapan atau ekspektansi
seseorang yaitu:
a.
Harga diri.
b. Keberhasilan waktu melaksanakan tugas.
c. Bantuan yang dicapai dari seorang supervisor dan pihak bawahan.
d. Informasi yang diperlukan untuk melaksanakan suatu tugas
e. Bahan-bahan baik dan peralatan baik untuk bekerja.
b. Keberhasilan waktu melaksanakan tugas.
c. Bantuan yang dicapai dari seorang supervisor dan pihak bawahan.
d. Informasi yang diperlukan untuk melaksanakan suatu tugas
e. Bahan-bahan baik dan peralatan baik untuk bekerja.
Sementara teori harapan menyatakan
bahwa motivasi karyawan adalah hasil dari seberapa jauh seseorang menginginkan
imbalan (Valence), yaitu penilaian bahwa kemungkinan sebuah upaya akan
menyebabkan kinerja yang diharapkan (Expectancy), dan keyakinan bahwa kinerja
akan mengakibatkan penghargaan (Instrumentality ). Singkatnya, Valence adalah
signifikansi yang dikaitkan oleh individu tentang hasil yang diharapkan.
Ini adalah kepuasan yang diharapkan
dan tidak aktual bahwa seorang karyawan mengharapkan untuk menerima setelah
mencapai tujuan. Harapan adalah keyakinan bahwa upaya yang lebih baik akan
menghasilkan kinerja yang lebih baik. Harapan dipengaruhi oleh faktor-faktor
seperti kepemilikan keterampilan yang sesuai untuk melakukan pekerjaan,
ketersediaan sumber daya yang tepat, ketersediaan informasi penting dan
mendapatkan dukungan yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan.
Jadi
harapan seseorang mewakili keyakinan seorang individu bahwa tingkat upaya
tertentu akan diikuti oleh suatu tingkat kinerja tertentu. Sehubungan dengan
tingkat harapan seseorang Craig C. Pinder (1948) dalam bukunya Work
Motivation berpendapat bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi
tingkat harapan seseorang yaitu:
a. Harga diri
b. Keberhasilan waktu melaksanakan tugas
c. Bantuan yang dicapai dari seorang supervisor dan pihak bawahan.
d. Informasi yang diperlukan untuk melaksanakan suatu tugas
e. Bahan-bahan baik dan peralatan baik untuk bekerja.
a. Harga diri
b. Keberhasilan waktu melaksanakan tugas
c. Bantuan yang dicapai dari seorang supervisor dan pihak bawahan.
d. Informasi yang diperlukan untuk melaksanakan suatu tugas
e. Bahan-bahan baik dan peralatan baik untuk bekerja.
- Abdullah,
A. G., Aziz, A. R., & Ahmad, M. Z. 2008. Kuala Lumpur : PTS Professional
Publishing Sdn. Bhs.
- Ivancevich, J. M., Konopaske, R., & Matteson, M. T. 2006. Perilaku dan manajemen organisasi. Jakarta : Erlangga.
-P.Siagian, Sondang, Prof. Dr. MPA.(1988). Teori dan Praktek Kepemimpinan. Jakarta : Rineka Citra
-Sarwono, Sarlito W. 2005. Psikologi Sosial (Psikologi Kelompok dan Psikologi Terapan). Balai Pustaka, Jakarta
- Ivancevich, J. M., Konopaske, R., & Matteson, M. T. 2006. Perilaku dan manajemen organisasi. Jakarta : Erlangga.
-P.Siagian, Sondang, Prof. Dr. MPA.(1988). Teori dan Praktek Kepemimpinan. Jakarta : Rineka Citra
-Sarwono, Sarlito W. 2005. Psikologi Sosial (Psikologi Kelompok dan Psikologi Terapan). Balai Pustaka, Jakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar