Teori tentang evolusi merupakan teori
yang tetap hangat dipertentangkan sampai saat ini. Banyak tokoh yang
berpendapat tentang hal ini, tetapi belum ada satu teori yang dapat menjawab
semua fakta dan kejadian tentang sejarah perkembangan makhluk hidup.
Beberapa teori dari para ahli yang menjadi dasar dari teori evolusi, di antaranya sebagai berikut:
Beberapa teori dari para ahli yang menjadi dasar dari teori evolusi, di antaranya sebagai berikut:
Teori Evolusi Aristoteles
Aristoteles adalah seorang filosof
yang berasal dari Yunani, yang mencetuskan teori evolusi. Ia mengatakan bahwa
evolusi yang terjadi berdasarkan metafisika alam, maksudnya metafisika alam
dapat mengubah organisme dan habitatnya dari bentuk sederhana ke bentuk yang
lebih kompleks.
Teori Evolusi Erasmus Darwin
Erasmus Darwin adalah kakek
dari Charles Robert Darwin, seorang tokoh evolusi berkebangsaan
Inggris. Teorinya adalah bahwa evolusi terjadi karena bagian fungsional
terhadap stimulasi adalah diwariskan. Ia menyusun buku yang
berjudul Zoonamia yang menentang teori evolusi dari Lamarck.
Makhluk Hidup Yang Mengalami
Perubahan Atau Evolusi Karena Adaptasi DanSeleksi Alam
Bagian
tubuh makhluk hidup dapat berubah baik ciri, sifat, dan karakternya karena
pengaruh lingkungan hidupnya. Jika bagian tubuh dari makhluk hidup selalu atau
sering digunakan, maka bagian tersebut makin lama dapat berubah sehingga sesuai
untuk digunakan pada lingkungan tersebut. Sebaliknya bagian tubuh yang tidak
pernah atau jarang digunakan lagi makin lama akan menghilang (rudimenter).
Bagian tubuh yang telah mengalami perubahan dan sudah sesuai dengan
lingkungannya dikatakan bagian yang telah beradaptasi pada lingkungan. Bagian
yang telah beradaptasi tersebut memiliki ciri atau karakter yang berbeda dengan
aslinya. Bagian ini dinamakan ciri atau karakter atau sifat perolehan. Sifat
perolehan tersebut akan diwariskan kepada keturunannya dari generasi ke
generasi. Demikianlah seterusnya sehingga suatu saat nanti muncul makhluk hidup
yang lebih maju daripada moyangnya.
Lamarck mengambil contoh mengenai
panjang leher jerapah. Menurutnya nenek moyang jerapah dahulu berleher pendek.
Pada suatu ketika terjadilah bencana kekeringan sedemikian rupa sehingga
jerapah hanya dapat memperoleh makanan dengan mengambil daun-daun yang ada di
pepohonan. Karena sering mengambil daun-daun dipohon untuk dimakan, akibatnya
leher jerapah tertarik, makin lama makin panjang. Akhirnya sifat perolehan yang
baru yaitu leher panjang diwariskan pada generasi-generasi berikutnya sehingga
jerapah sekarang berleher panjang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar